Idul adha adalah momen hari raya Islam (10 Dzulhijjah) yang memberikan makna dan pengertian berupa nilai-nilai pengorbanan yang diangkat dari sejarah dan kisah nabi Ibrahim serta anaknya Ismail. Dalam sejarah perayaan Idul Adha ada 3 tokoh sentral yang memiliki peran besar dalam proses penciptaan sejarah yang agung ini.
Yang pertama adalah nabi Ibrahim. Beliau dikenal dengan sebutan al-khalil (Kekasih Allah) adalah salah satu rasul ulul azmi. Yaitu Rasul yang mendapatkan keistimewaan berupa mukjizat sebagai bukti akan kerasulannya. Ibrahim adalah sosok yang menjadi ikon utama dalam momentum sejarah umat Islam. Dimulai dari proses pencarian Tuhan yang Maha Esa (Monoteisme), Penyebaran keyakinan untuk menyembah Allah sebagai satu-satunya Tuhan, prosesi pembangunan ka’bah, sampai dengan terciptanya ibadah haji dan hari raya Idul Adha.
Tokoh sentral kedua adalah nabi Ismail yang tidak lain merupakan anak dari Ibrahim yang diperolehnya dari Siti Hajar. Ismail dalam sejarah idul adha digambarkan sebagai seorang anak yang memiliki tingkat keyakinan dan keteguhan hati yang mantap dan luar biasa. Bagaimana tidak, diusianya yang masing tergolong anak-anak, namun beliau begitu setia dengan permintaan ayahnya dan perintah Tuhan untuk dijadikan Kurban (disembelih). Yang tidak lain bahwa perintah Tuhan tersebut hanyalah bentuk pengujian keimanan baik kepada Ibrahim sendiri maupun kepada Ismail.
Tokoh sentral yang ketiga adalah Hajar yang merupakan istri kedua Ibrahim yang awalnya merupakan seorang budak. Hajar adalah ibunda Ismail, dan ia adalah teladan bagi banyak wanita tentang bagaimana mentaati suami, mentaati perintah Tuhan, dan menyayangi anaknya. Hajar merupakan tokoh sejarah yang mengawali terbentuknya kota Mekkah.
Dalam memperingati hari raya Idul Adha 1437 H, SMP Negeri 4 Banyumas mengadakan kegiatan berupa sholat berjamaah dan penyembelihan hewan kurban berupa 1 (satu) ekor sapi. Untuk kegiatan sholat berjamaah dilaksanakan di halaman sekolah dengan khotib Miftahuddin, S.Ag., dengan peserta sebagian guru, peserta didik, dan juga masyarakat di lingkungan SMP Negeri 4 Banyumas. Untuk jamaah yang mengikuti sholat Idul Adha ada peningkatan dibandingkan peserta pada tahun 2015, yang diperkirakan 350 orang jamaah.
Untuk penyembelihan sapi, hasil daging yang diperoleh dengan berat netto 130 Kg atau melebihi dari perkiraan awal yaitu seberat 120 Kg. Untuk daging kurban tersebut dibagikan kepada peserta didik SMP Negeri 4 Banyumas, beberapa guru yang turut serta iuran hewan kurban.
