SMP NEGERI 4 BANYUMAS MENYELENGGARAKAN PEMILIHAN KETUA OSIS

Hingar bingar pesta demokrasi pemilihan presiden tahun 2019 sudah mulai terasa. Guna memberikan pengetahuan dan pemahaman akan arti pentingnya demokrasi dalam dunia politik kepada peserta didik, maka bidang kesiswaan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS SMP Negeri 4 Banyumas hari ini (Jumat, 7 Desember 2018) mengadakan kegiatan Pemilihan Ketua OSIS untuk masa kerja tahun 2018-2019.

          Pemilihan Ketua OSIS merupakan salah satu program kerja dari bidang kesiswaan yang biasanya dilaksanakan pada semester gasal setiap tahunnya. Adapun sebagai kandidat bakal calon ketua OSIS adalah merupakan pilihan dari pengurus bidang kesiswaan yang terlebih dahulu dikonsultasikan dengan dewan guru. Seorang peserta didik yang akan dipilih harus mempunyai beberapa kriteria yang telah ditetapkan oleh pengurus bidang kesiswaan. Adapun kriteria yang harus dipenuhi antara lain :

  1. Mempunyai prestasi belajar yang baik;
  2. Cakap dalam berbicara di depan umum;
  3. Mudah untuk beradaptasi dan pandai dalam berkomunikasi dengan orang lain;
  4. Mempunyai wawasan yang luas;
  5. Mau untuk bekerjasama;
  6. Pernah atau masih aktif dalam sebuah organisasi.

Di tahun 2018 ini banyak peserta didik yang terjaring untuk mengikuti seleksi bakal calon ketua OSIS, akan tetapi karena hanya beberapa yang dianggap dapat memenuhi kriteria di atas, maka terpilihlah 4 orang peserta didik sebagai bakal calon ketua OSIS. Para kandidat ketua OSIS yang terpilih diwajibkan untuk membuat atau menyusun Visi dan Misi yang diharapkan dapat digunakan untuk memajukan OSIS SMP Negeri 4 Banyumas. Visi dan Misi tersebut akan disampaikan sebelum waktu pemilihan ketua OSIS. 

          Dari visi dan misi yang disampaikan oleh para kandidat bakal calon ketua OSIS masih menjiplak dari visi dan misi bakal calon ketua OSIS tahun 2017 dan tahun-tahun sebelumnya. Harapan dari pembina OSIS bahwa visi dan misi yang disampaikan janganlah hanya sebatas pada masa kampanye saja, akan tetapi harus dilaksanakan selama masa kerja 2018-2019. Selain itu, bahwa sebuah organisasi haruslah sering mengadakan pertemuan para pengurus dengan pembina OSIS-nya untuk koordiinasi program kerjanya.

          Pemilihan Ketua OSIS dilaksanan sama persis dengan pelaksanaan Pemilu negara, yaitu jujur dan adil. Selain itu juga metode yang digunakan sama, yaitu dengan jalan pencoblosan. Satu persatu siswa diarahkan mulai dari pendaftaran, pengambilan surat suara, pencoblosan di bilik, pencelupan jari di tinta sebagai tanda sudah memilih hingga seusai jam sekolah dilakukan penghitungan suara.

          Dalam pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan ketua OSIS, para peserta didik sangat antusias sekali mengikutinya dengan cara mencoblos apa yang menjadi pilihannya. Dalam  memilih bakal calon, ada yang didasari karena teman, karena figur, dan karena kecakapan dalam berorasi. Dan dari 591 orang peserta didik yang terdaftar hanya ada sekitar 90% yang menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar.