
Bertempat di Ruang Labratorium Komputer 2 para guru SMP Negeri 4 Banyumas mengikuti kegiatan In House Training selama 5 hari, mulai dari hari Senin – Jum’at, 19 – 23 Januari 2026. Adapun tema kegiatan adalah Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pemanfaatan Media, Metode Interaktif, SOal Numerasi dan Literasi Dalam Pembelajaran Bagi Guru SMP Negeri 4 Banyumas Tahun Ajaran 2025/2026.
Tujuan utama dari kegiatan In House Training (IHT) ini adalah bahwa para guru SMP Negeri 4 Banyumas dapat memanfaatkan media digital dan metode interaktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Diharapkan dengan pemanfaatan teknologi digital dan juga pengunaan metode interaktif dalam pembelajaran dapat menggugah murid untuk bersemangat dalam menimba ilmu pengetahuan di sekolah.


Pemateri pada hari pertama disampaikan oleh Ibu Ida Yuningsih, S.Pd., M.Pd., selaku Pengawas Pembina dari SMP Negeri 4 Banyumas. Beliau menyampaikan 2 materi pada hari pertama dengan 2 sesi. Materi pertama beliau menyampaikan tentang Urgensi Literasi dalam Kurikulum Merdeka. Dalam materi ini beliau menyampaikan tentang soal literasi dan numerasi. “Sebagai kata kunci dalam penulisan soal literasi dan numerasi adalah kegiatan yang nyata terjadi atau kejadian di sekitar kita saat ini” ungkap beliau. Dari ungkapan beliau guru menjadi lebih paham tentang penulisan soal literasi dan numerasi.
Selain penyampaian materi, beliau juga menugaskan kepada peserta kegiatan untuk berlatih membuat 1 buah soal dalam bentuk literasi dan numerasi, setelah itu untuk mempresentasikan hasil pekerjaan peserta. Hal ini dilakukan pada sesi yang kedua pada hari itu juga.

Selain itu, disesi terakhir dalam kegiatan tersebut diisi oleh Lutfia Afifatul Ainiyah, S.Pd. yang merupakan salah satu guru SMP Negeri 4 Banyumas yang pernah mengikuti kegiatan Diklat tentang pemanfaatan teknologi digital dalam menunjang kegiatan pembelajaran. Adapun materi yang disampaikan dalam IHT tersebut adalah pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP).
Interactive Flat Panel (IFP) adalah merupakan perangkat layar sentuh all-in-one canggih yang menggabungkan fungsi papan tulis digital, komputer, dan televisi pintar. Dirancang untuk pendidikan dan bisnis, IFP memungkinkan pengguna menulis, menggambar, dan berbagi konten secara nirkabel, menciptakan pengalaman kolaboratif yang interaktif. IFP tidak hanya memperluas akses pembelajaran, teknologi ini terbukti mengubah cara guru mengajar dan cara murid memahami materi: lebih cepat, lebih interaktif, dan jauh lebih menyenangkan. Program Digitalisasi pembelajaran merupakan wujud nyata amanat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran.
