
Bertempat di masjid “Baitul Ilmi” SMP Negeri 4 Banyumas pada hari Jum’at, 21 November 2025 telah dilaksanakan kegiatan sholat Jum’at yang diikuti oleh seluruh murid laki-laki yang beragama Islam. Sholat Jum’at merupakan salah satu kegiatan yang termasuk kegiatan kokurikuler sekolah. Sholat Jumat di sekolah bagi murid dapat dilakukan untuk tujuan mendidik dan pembiasaan, terutama untuk murid yang belum baligh. Untuk siswa SMP dan SMA yang sudah baligh, pelaksanaannya bisa sah jika memenuhi syarat, namun hukumnya bisa tidak sah jika tidak melibatkan minimal 40 jamaah laki-laki mukim atau jaraknya terlalu dekat dengan masjid lain tanpa ada udzur. Pelaksanaan di sekolah sangat bermanfaat untuk membentuk karakter dan keagamaan murid, serta melatih keterampilan seperti menjadi bilal atau imam.
Sebagai khotib pada kegiatan sjolat Jum’at tersebut adalah Bapak Is Suprihanto, S.Pd.I., selaku guru agama Islam dan budi pekerti. Dalam khotbahnya beliau mengungkapkan 4 perkara yang dapat membuat manusia bahagia :
1. meningkatkan keimanan.
2. menuntut ilmu.
3. menghormati orang tua
4. bertakwa kepada Tuhan Maha Esa
Dijelaskan lebih lanjut bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban dalam Islam, dan kebahagiaan saat menjalaninya akan berdampak positif pada fokus dan keterlibatan dalam proses belajar. Kebahagiaan sejati tidak hanya bersifat materi, tetapi mencakup ketenangan hati dan ridha Allah SWT.
Merujuk pada ajaran dan hikmah Islam, terdapat empat perkara yang dapat menjadi pilar kebahagiaan, yang dapat disesuaikan untuk konteks murid :
1. Memiliki Hati yang Tentram (Zikir dan Ibadah)
Bagi murid, ketenangan hati didapat dengan senantiasa mengingat Allah (zikir) dan menjalankan ibadah wajib (khususnya sholat lima waktu) serta sunah. Hati yang tentram menjauhkan murid dari kecemasan berlebih akan nilai, ujian, atau tekanan sosial, sehingga mereka dapat fokus belajar dengan optimal.
2. Memiliki Ilmu yang Bermanfaat
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mendekatkan diri kepada Allah dan memberikan maslahat bagi sesama manusia. Murid yang menjadikan ilmunya bermanfaat (mengamalkan, berbagi, dan mengajarkannya) akan merasakan kebahagiaan karena ilmunya menjadi ladang amal jariyah dan Allah akan mengangkat derajatnya.
3. Pandai Menjaga Silaturahmi dan Memilih Teman yang Saleh/Salehah
Silaturahmi mempererat hubungan dan membuka pintu rezeki serta kebahagiaan. Bagi murid, berteman dengan orang-orang yang baik (saleh/salehah) akan menciptakan lingkungan suportif yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan menjauhi perbuatan tercela.
4. Senantiasa Bersyukur, Bersabar, dan Beristigfar
Syukur ketika diberi nikmat (kemudahan belajar, nilai baik, kesehatan), sabar ketika ditimpa musibah (nilai kurang memuaskan, kesulitan), dan beristigfar ketika melakukan kesalahan atau dosa (malas belajar, melalaikan ibadah). Tiga hal ini adalah tanda kebahagiaan seorang hamba di dunia dan akhirat, yang membuat hati senantiasa ridha akan ketetapan Allah.
Sebagai penutup dalam khutbah, khotib mengajak para murid untuk dapat melakukan hal yang telah disebutkan tadi, supaya dalam menjalankan kewajibannya murid dapat merasakan hidup yang bahagia kelak dikemudian hari.




